Termasuk Makassar, PDIP Sebut Elektabilitas Usungannya di Pilkada Sulsel 2020 Meningkat

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni.

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  PDI-Perjungan menyebut calon kepala daerah yang diusung oleh partainya di 12 Kabupaten/Kota mengalami peningkatan elektoral. Itu merujuk pada hasil survei internal partai ini.

“Elektabilitas usungan kami mengalami peningkatan. Kecuali di Kabupaten Barru,”ujar Sekretaris PDIP Sulawesi Selatan Rudy Pieter Goni (RPG) pada saat menggelar jumpa pers disela-sela kegiatan pelatihan manajer kampanye PDIP yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 18 Oktober di Hotel Colonial, Jalan Metro Tanjung Bunga, Ahad 18 Oktober 2020.

Sebut saja di Kota Makassar, Gowa, Soppeng, Pangkep, Bulukumba, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Maros, dan Selayar.

” Makassar dan Tana Toraja kita berada di posisi kedua saat ini,”katanya.

Lanjut RPG, di Makassar usungan PDIP Deng Ical-dr Fadli Ananda berada diangka 20 hingga 29 persen. Begitupun dengan di Kabupaten Maros Chaidir Syam-Suhartina Bohari.

“Kalau di Barru pasca pergantian dari Andi Mirza ke Aska memang sedikit berpengaruh. Tapi tetap kami teratas. Sedangkan di Pangkep jagoan Rahman Assegaf-Muammar Muhayyang seimbang dengan calon lain,”ucapnya.

Menurut RPG, dengan sisa waktu kurang lebih 50 hari jelang pencoblosan pada 9 Desember mendatang, target partai menang di delapan daerah dapat terpenuhi. Pasalnya, PDIP all out memenangkan pemilihan ini.

“Salah satu buktinya adalah, kami menggelar pelatihan manajer kampanye yang diikuti DPC yang menggelar pemilihan,”tutur RPG.

Selanjutnya, BKO-kan DPC tiga daerah ke Makassar. Yakni Kabupaten Bone, Takalar, dan Jeneponto. “Tugasnya memenangkan DILAN di Pilwalkot Makassar,”tegas RPG.

RPG pun menjawab keraguan bahwa Nurdin Abdullah yang merupakan kader PDIP tak ingin memenangkan jagoan partainya.

“Itu tidak benar. Pak Nurdin Abdullah berada di barisan kita,”ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, yakni Husain Djunaid, Andi Ansari Mangkona, Risfayanti Muin, dan Rudy Pieter Goni.